Tips Lolos Ujian Polwan ala Brigjen Apriastini dan Brigjen Ida Utari

0

Tips Lolos Ujian Polwan ala Brigjen Apriastini dan Brigjen Ida Utari

Setiap orang tentu punya cita-cita atau harapan untuk menekuni karier diinginkan. Nah, bagi perempuan di Indonesia, Polisi Wanita atau Polwan masih menjadi tidak benar satu dari daftar pekerjaan yang menginginkan digeluti karena punya prospek yang baik di era depan.

Sayangnya, antusiasme masyarakat yang tinggi, tidak diikuti bersama kuantitas kandidat yang terpilih dalam setiap tahunnya. Hal ini pun diungkapkan oleh Brigjen Apriastini, Kapusjarah Polri wanita pertama di Indonesia Syarat Penerimaan Polwan 2022, Termasuk bagi yang Gunakan Hijab .

“Kalo Akpol mirip Polwan itu pusat, lebih susah. Misal animonya 10ribu orang, yang diterima nanti hanya 300,” katanya. Maka dari itu, dalam sesi diskusi bersama IDN Times, Brigjen Apriastini dan Brigjen Ida Utari mengimbuhkan tips bagi para perempuan yang menginginkan menjadi Polwan. Berikut tipsnya.

1. Cari tahu persyaratan yang ada dan persiapkan diri bersama sebaik mungkin
Sama bersama pekerjaan pada umumnya, untuk dapat menekuni profesi sebagai Polwan, kamu wajib lewat beberapa tahapan yang diujikan. Brigjen Ida Utari mengatakan, kecuali sebagai pendaftar, kami wajib mencari tahu lebih-lebih dahulu persyaratan yang dibutuhkan dan buat persiapan diri bersama sebaik mungkin.

“Persyaratan untuk menjadi Polwan udah ada di web site rekruitmen Polri. Di situ, juga ada tes apa aja yang akan diuji nanti, layaknya ujian akademis dan kesamaptaan. Kamu tinggal buat persiapan diri untuk ikuti tes itu,” terang Ida Bimbel Akademi TNI POLRI Online .

Selain itu, Brigjen Apriastini mengimbuhkan untuk dapat lolos pada tahap awal atau tahap administrasi, setidaknya kamu punya nilai yang memenuhi standar persyaratan.

“Jadi kami ada tahapan-tahapannya, kan. Pertama, administrasi, apakah memenuhi syarat atau tidak. Misalnya umur, tinggi badan, dan nilai. Nah, nilai kami juga dilihat. Oleh karena itu, jangan hingga bawah standar. Ya, minimal memenuhi standarlah,” ungkapnya.

2. Jaga kesehatan jasmani dan rohani bersama baik supaya dapat lulus dalam setiap tahapan ujian
Brigjen Apriastini pun mengimbau untuk selalu melindungi kesehatan jasmani dan rohani bersama baik. Hal ini berwujud gawat karena untuk dapat lewat tahapan, tidak sebentar. Selain itu, ada pula tes yang berwujud fisik dan kejiwaan.

“Setelah lolos administrasi, nanti dipanggil untuk tes kesamaptaan. Tes ini berwujud fisik. Jadi, kamu wajib sehat jasmani dan rohani,” terang Apriastini. Ida pun mengimbuhkan kecuali tes kesehatan ada dua, yaitu kesehatan secara fisik dan kesehatan yang mendalam.

“Kesehatan pun ada dua. Yang pertama, dicermati dahulu fisiknya. Mulai dari mata, badan, ada hemoroid atau tidak, ada varises atau tidak. Terus kecuali sudah, lolos ke tahap berikutnya. Tes Kesehatan ke dua lebih dalam lagi, ambil lab, rontgen, dan sebagainya,” kata Ida.

3. Ketika lewat tes kesehatan jiwa, usahakan tidak merasa panik atau gugup
Jika udah lolos lewat tes kesehatan fisik, selanjutnya kamu akan masuk ke tahapan tes kesehatan jiwa. Menurut Brigjen Apriastini, tahapan ini merupakan tahapan terberat yang menjatuhkan banyak kandidat. Untuk itu, ia mengimbuhkan tips supaya tidak merasa gugup dan panik ketika lewat tes ini.

“Kesehatan jiwa bukan artinya penilaian kecuali seseorang gila, bukan. Tetapi, mereka akan diuji untuk memegang senjata dalam berbagai situasi. Oleh karena itu, usahakan jangan hingga gugup dan panik karena penilaian dalam tahap ini menyangkut seberapa siap kamu memegang senjata dalam kondisi yang tidak menentu,” ungkapnya.

Selain itu, dalam tahapan ini, para pelamar juga akan dihadapkan bersama psikotes. Brigjen Apriastini menyebutkan bahwa ada 700 daftar pertanyaan yang nantinya wajib dijawab.

“Setelah itu, ada lagi 700 pertanyaan yang wajib dijawab. Dengan pertanyaan sebanyak itu, udah tentu pusing dan capek. Jadi, ya memang wajib buat persiapan diri bersama baik untuk hadapi semua tahapan yang ada,” ujar Apriastiani.

4. Jangan lupa persiapkan mental bersama sebaik mungkin!
Dengan banyaknya proses tahapan yang wajib dilalui, sudah pasti kamu tidak hanya wajib buat persiapan fisik dan akademik saja. Sebab, dalam menjalaninya kamu juga perlu mental yang amat kuat.

Brigjen Ida Utari menyebutkan bahwa seseorang yang hanya sekadar pintar, dapat saja berhenti dan keluar di tengah tahapan ketika meniti proses pendidikan. Hal ini karena ia merasa tertekan dan tidak siap mental. Maka dari itu, punya mental yang kuat juga amat penting.

“Kalau hanya pintar, dapat saja berhenti dan keluar di tengah jalan ketika di pendidikan karena tidak siap diri dan mental. Jadi, wajib siap tertekan karena semua ada aturan. Yang mulanya tinggal makan tinggal minum, ketika masuk ranah pendidikan tuh boro-boro dapat begitu,” tegas Ida.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *